KANUKU LEON
Kanuku Leon
Penting:

Jumat, 29 Mei 2015

Throwback Temu Sastrawan MPU Banten


copyright:
Bersama Mario F Lawi dan Mezra E Pellondou saat hadir di temu sastrawan MPU di Banten November 2013. Ini saat kami yang mewakili provinsi NTT membaca puisi di kampung adat suku Baduy. Abaikan tampang saya yang sok dramatis itu hahah perpaduan tanganga loder  #throwback #festivalsastra #banten #sastraNTT

Kamis, 28 Mei 2015

Mereka Yang Akan Tampil di Festival Sastra SANTARANG


Berikut ini adalah sastrawan, seniman dan komunitas seni budaya yang akan hadir di Festival Sastra SANTARANG, Kupang 2-4 Juni 2015

A. Nabil Wibisana lahir di Jakarta pada 12 Agustus 1976. Pendidikan formal ditempuh di Jurusan Hubungan Internasional Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Bergiat di Komunitas Sastra Dusun Flobamora. Menulis esai dan puisi, karyanya telah tersiar di berbagai media cetak, antara lain Jurnal Nasional, Kedaulatan Rakyat, Lampung Post, Pos Kupang, Satelit Post, Timor Express, Victory News, Majalah Lotibasastra, dan Jurnal Sastra Santarang. Puisinya juga tergabung dalam beberapa antologi bersama, di antaranya Pengantin Langit (KSI, 2014). Admin Facebook Community Page “Lembar Sastra Koran” ini turut menghadiri acara Temu Sastra Indonesia di Kupang (2012) dan Pertemuan Sastrawan NTT di Kupang (2013). Kini sedang menyelesaikan manuskrip kumpulan puisi Lubang Hitam Bahasa. Sejak tahun 2008, menetap di Villa Gloria, Jl. Cendana No. 6, RT. 005/RW. 02, Kelurahan Bello, Kecamatan Maulafa, Kupang - Nusa Tenggara Timur. Sehari-hari dapat dihubungi via ponsel (082145696099), email (anawi@live.com), dan Facebook (AN Wibisana).

Abdul M. Djou lahir di Kupang, 24 Maret 1988. Oleh sahabat dan teman-temannya sering disapa dengan panggilan MK. Ia adalah alumnus Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah, Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, Universitas Nusa Cendana, Kupang. Salah satu pendiri Komunitas Rumah Poetica bersama teman-teman mahasiswa Undana serta pendiri Organisasi Peduli Anak yakni Forum Anak Kota Kupang. Tahun 2008 menjadi salah satu peserta Temu Penyair di Lembang-Bandung. Beberapa puisinya termaktub dalam antologi bersama Tangga Menuju Langit. Kini bergiat di Komunitas Alchopeta dan Komunitas Sastra Dusun Flobamora.

Amanche Franck Oe Ninu adalah penggagas sejumlah komunitas sastra di Kupang. Menulis esai, cerpen, puisi hingga pantun. Dua bukunya, Humor Anak Timor (Kumpulan Humor, Pantun dan Plesetan) dan Pesona Flobamora (Kumpulan Pantun dan Cerpen) diterbitkan oleh Penerbit Lima Bintang, Kupang (2011). Selain dipublikasikan di Harian Pos Kupang dan Jurnal Sastra Santarang, cerpen-cerpen yang ditulisnya berhasil meloloskannya ke dua Ubud Writers and Readers Festival 2012 dan Makassar International Writers Festival 2013, serta dalam antologi Voices of the Archipelago (2012), Kematian Sasando (2013) dan Back to Ubud (2013). Dongeng rakyat sadurannya dipublikasikan dalam antologi Dongeng Negeri Kita (2015). Ia juga tercatat sebagai salah satu pembicara dalam Temu I Sastrawan NTT 2013 di Kupang. Kini dipercaya oleh kerabat sekomunitasnya menjadi koordinator Komunitas Sastra Dusun Flobamora, serta bertugas sebagai imam katolik Keuskupan Agung Kupang dan guru di SMA Katolik Giovanni.

Anaci Tnunay menghirup aroma bumi pertama kali di Retraen-Amarasi, ketika langit barat merekah merah dan bocah-bocah yang berkejaran di tanah lapang dipanggil pulang ibunya untuk mandi pada hari Selasa, 11 April 1989. Saat ini lebih banyak belajar membaca dan menulis bersama anak-anak di SMP Lentera Harapan Kupang setelah menyelesaikan pendidikan formal di Universitas Pelita Harapan (UPH) Lippo Karawaci. Karena suka akan cerita, ia belajar membaca dan menulis cerita terutama cerpen. Cerpen pertama yang dipublikasikan yaitu “Persinggahan Bocah Indigo” di Harian Pos Kupang tahun 2010. Cerpen-cerpen lainnya dimuat dalam Harian Timor Express, Jurnal Sastra Santarang, antologi Kematian Sasando, juga pernah masuk dalam 10 Besar Obor Award 2013, pemenang favorit kategori umum LMCR Lip Ice & Golden Selsun 2010, LMCR Lip Ice & Golden Selsun 2011, dan LMCR Rohto Mentholatum 2013. Bukunya yang telah terbit adalah kumpulan cerpen berjudul Persinggahan Bocah Indigo (2013). Bergiat di Komunitas Sastra Dusun Flobamora.

Arky Manek adalah alumnus Fakultas Filsafat Agama, Universitas Katolik Widya Mandira, Kupang. Salah satu penggagas sekaligus mantan pemimpin redaksi Jurnal Sastra Filokalia. Sekarang bergiat di Komunitas Sastra Dusun Flobamora. Bertugas sebagai imam Katolik Keuskupan Agung Kupang di Yayasan Swastisari.


AS Laksana adalah penulis kumpulan cerpen Bidadari yang Mengembara (Buku Sastra Pilihan Tempo 2004) dan kumpulan cerpen Murjangkung (Buku Prosa Terbaik Tempo 2013). Saat ini ia menulis kolom tetap “Ruang Putih” untuk edisi hari Minggu di harian Jawa Pos dan grup. Tiga cerpennya “Seorang Ibu yang Menunggu” (1996), “Menggambar Ayah” (1998) dan “Dua Perempuan di Satu Rumah” (2010) terpilih dalam kumpulan cerpen terbaik Kompas. Cerpennya “Sumur Keseribu Tiga” dimuat dalam buku Kumpulan Cerita Pendek Terbaik Indonesia Pena Kencana (2008), dan cerpen “Tuhan, Pawang Hujan dan Pertarungan yang Remis” dimuat dalam buku yang sama edisi 2009. Tahun 2006 ia membacakan cerpen “Burung di Langit dan Sekaleng Lem” yang terdapat dalam kumpulan cerpen Bidadari yang Mengembara di Festival Sastra Winternachten, Den Haag, Belanda. Bersama tiga temannya, tahun 2004 ia memelopori pendirian Sekolah Menulis Jakarta School. Ia juga menulis skenario untuuk sinetron serial Laksamana Cheng Ho (Episode di Tanah Jawa). Selain menulis, ia juga mendalami Ericksonian Hypnosis. Twitter: @aslaksana.