KANUKU LEON
Kanuku Leon
Penting:

Sabtu, 04 Juli 2015

Pakariang: Pesta Kreativitas dan Permainan Tradisional Anak Kupang 2015



Latar Belakang #Pakariang

Dalam rangka mewujudkan Kota Kupang yang ramah anak, memperingati Hari Anak Nasional dan mengkampanyekan permainan anak yang mengajarkan toleransi, integritas, kerja sama dan kreatifitas; maka komunitas #KupangBagarak bekerja sama dengan 18 komunitas lain mengadakan Festival PAKARIANG 2015 (Pesta Permainan Tradisional dan Kreatifitas Anak Kupang, 2015).
Disadari bahwa saat ini sedang terjadi pergeseran pola bermain anak-anak, dari permainan anak konvensional yang mengutamakan kerja sama, toleransi, integritas dan kreatifitas yang sarat dengan nilai-nilai sosial; menuju ke permainan anak modern berbasis gadget yang cenderung individualis, dan membuat anak anti sosial.
Karena itu Festival ini digagas karena kerinduan #KupangBagarak dan 18 komunitas lain untuk menghadirkan wadah bermain tahunan bagi anak-anak di Kupang yang kreatif dan mengajarkan nilai-nilai sosial seperti toleransi, integritas, kerja sama sekaligus merayakan Hari Anak Nasional.


Bentuk Kegiatan #Pakariang
Di kemas dalam bentuk Festival Permainan Tradisional dan Kreatifitas Anak, selama 2 (dua) hari, yaitu 25 – 26 Juli 2015, bertempat di Depan OCD Cafe, Pantai Lasaiana, Kota Kupang NTT yang akan terdiri dari 6 sub kegiatan


A.    Festival Permainan Anak Tradisional
Pada kegiatan ini anak-anak akan diajarkan oleh relawan dan orang tua untuk memainkan kembali permainan anak-anak tradisional NTT. Disiapkan kurang kebih 40 permainan anak yang dibagi menjadi 4 kategori: Permainan individual (Pakariang BETA), permainan berkelompok (Pakariang KELUARGA), permainan berbahan alam (Pakariang ALAM)  

B.    Creative and Art Corner (PAKARIANG KREATIF)
Di kelompok ini, anak-anak akan diajarkan oleh relawan dan orang tua untuk melakukan aktifitas kreatif dan seni misalnya membuat permainan sendiri dari bahan alami atau barang-barang bekas, face painting, dll

C.    Perlombaan (PAKARIANG LOMBA)
Pada Festival PAKARIANG 2015 ini akan  6 lomba anak yaitu:
1.    Lomba Balap Sepeda (Grass Track Sepeda),
2.    Lomba Foto PAKARIANG,
3.    Lomba Tulis dan Membaca Puisi
4.    Lomba Menulis Pengalaman Bermain
5.    Lomba Melukis,
6.    Lomba karaoke lagu anak-anak

Semua pemenang lomba akan mendapatkan PIALA BERGILIR, yang akan di lombakan lagi pada PAKARIANG 2016.

D.    Pentas Seni (PAKARIANG SENI)
Pentas musik akan diisi artis-artis lokal yang akan diundang diantaranya:
•    H2K
•    Alchopeta
•    Diaz n’ The Gank
•    VELTA
•    D’Stakn
•    RD
•    ALPI
•    Miracle Worker
•    dll

E.    Story Telling dan Panggung Boneka (PAKARIANG BACARITA)
Di bagian ini anak-anak akan diajak untuk mendengar cerita-cerita lewat pencerita dan panggung boneka. Cerita yang diceritakan akan berisi nilai-nilai penting kehidupan, misalnya soal kerjasama, toleransi, integritas, dll.

F.    Kuliner Tradisional (PAKARIANG MAKAN)
Sepanjang Festival, akan disediakan makanan-minuman sehat yang dapat dibeli oleh keluarga yang datang mengunjungi festival.

G.    Kampanye Hak Anak, Kesehatan Anak dan Kelompok Disabilitas (PAKARIANG PEDULI)
Panitia akan mengundang beberapa LSM dan Lembaga yang bekerja di isu anak dan disabilitas untuk terlibat juga memanfaatkan momentum festival untuk melakukan kampanye hak anak dan kampanye hak-hak penyandang disabilibitas. Kampanye akan dilakukan lewat media pameran, spanduk, games atau media kreatif lainnya.
LSM dan Lembaga yang akan diundang antara lain: Childfund, Save The Children, Plan International dan Handicap International, Komisi Perlindungan Anak, Fakultas Kedokteran UNDANA dan Komunitas KAKI.


Pelaksana dan Pendukung #Pakariang
PAKARIANG 2015 melibatkan 15 Komunitas Pemuda di Kupang dan Soe, antara lain:
1.    #KupangBagarak
2.    KOMPAK (Komunitas Peace Maker Kupang)
3.    SekolahMUSA (Multimedia untuk Semua)
4.    Komunitas Sastra Dusun Flobamora
5.    OCD Community
6.    Geng Motor ImuT
7.    KNPI Kota Kupang
8.    Kapadala Crew
9.    Playing For Change Kupang
10.    Forum Pemuda Tenggara
11.    Komunitas MITRA
12.    Timor Ink – Miracle Worker
13.    Hip-Hop Kupang
14.    Komunitas LENTERA
15.    SPG (Serikat Pekerja Guru) Kota Kupang
16.    Forum Soe Peduli
17.    Panggung Boneka STAKN Kupang
18.    Persani NTT
19.    Underwater Kupang

 

#KupangBagarak, Apa Itu?




Tentang #KupangBagarak
#KupangBagarak adalah perkumpulan orang-orang muda Kota Kupang yang berasal dari latar belakang yang majemuk dan bergerak karena kepedulian terhadap sesama di Bumi Flobamora. Semboyan "Kami Peduli, Kami Bergerak" menjadi acuan dalam melangkah mencapai tujuan tanpa dibatasi oleh dinamika ruang dan waktu.

Awal mulanya #KupangBagarak lahir ketika terjadi letusan Gunung Rokatenda di Pulau Palue Kabupaten Sikka dengan aksi mengumpulkan dana untuk membantu para pengungsi di sana. Seiring waktu berjalan, #KupangBagarak memilih untuk lebih intens dengan aksi sosial lainnya untuk membantu sesama yang membutuhkan uluran tangan baik moril maupun materiil.

Fenomena sosial dengan isu-isu strategis kemanusiaan yang jauh dari pandangan publik menjadi fokus utama #KupangBagarak agar isu tersebut lebih dekat dan menjadi perhatian masyarakat dan menjadikannya sebagai isu bersama yang patut untuk diperhatikan.

 


keterangan gambar: Nadus - nona kardus, salah satu sebutan untuk para relawan perempuan Kupang Bagarak. Sebaliknya, Nyadu adalah sebutan untuk para relawan laki-laki, singkatan dari nyong kardus.

Jejaring Sosial #KupangBagarak:
Grup #KupangBagarak untuk Rokatenda: https://www.facebook.com/groups/kupangbagarak/?ref=ts&fref=ts

Grup #KupangBagarak: https://www.facebook.com/groups/1435652873410138/?fref=nf

Twitter @Kupangbagarak

PAUHINGU Seni Sastra (Sumba Art & Literature Gathering 2015)




Bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Kriswina Waingapu, Komunitas Dusun Flobamora Kupang dan Komunitas Humba Ailulu. 


Sumba adalah salah satu pulau besar di Nusa Tenggara Timur berbatasan dengan pulau Timor, Flores dan pubau Sumbawa.

Sumba Timur dengan penduduk kurang lebih 240 ribu jiwa, terkenal dengan padang savana, kuda sumba yang terkenal sampai keluar dan pariwisata yang sangat indah. Namun banyak yang yang tidak tahu bahwa salah satu penyair atau sastrawan Indonesia Umbu Landu Paranggi lahir di Sumba.

Sekarang ini berbagai komunitas anak muda dan komunitas Sastra mulai bertebaran di Nusa Tenggara Timur juga di Sumba Timur. Salah satunya komunitas anak muda Humba Ailulu dan komunitas sastra Sabana. Komunitas sastra NTT mulai bergerak sejak beberapa tahun ini dan banyak penulis NTT mulai dikenal oleh masyarakat Indonesia, seperti Mario F Lawi, Christian Senda, Amanche Frank, Ishack Sonlay, Diana Timoria, Christo Ngasi, Anaci Tnunay dan Saddam HP, Fransiska Eka, dll dst dari komunitas dusun Flobamora di Kupang. Mereka bulan Juni 2015 ini juga menyelenggarakan festival sastra pertama di Kupang, yaitu Festival Sastra Santarang.

Untuk menggali dan berinteraksi dengan komunitas sastra dan peminat buku di Sumba Timur, maka PWAG Indonesia dan Arts for Women mendukung diadakannya „Pauhingu Seni Sastra“ atau Pentas Seni dan Sastra Mini di Sumba, yang rencana akan diadakan pada 12 – 14 Agustus 2015 bekerjasama dengan komunitas anak muda disana, juga akan didukung oleh Universitas lokal yang akan diajak bekerjasama.

Selain Kegiatan Seni Sastra, Arts for Women juga akan mengajak tamu dari Jakarta/Jawa yang bersedia mengatur sendiri transport ke Sumba untuk ikut dalam kegiatan ini dan melakukan trip ke berbagai lokasi seni dan budaya Sumba Timur, sebagai bagian dari program baru Trail for Women atau Kegiatan Jalan Perempuan yang dikaitkan dengan seni sastra lokal dan sebanyak mungkin memberikan pertukaran wawasan bagi tamu dengan komunitas lokal atau pemberdayaan komunitas atau kelompok di Sumba Timur. Komunitas di Sumba Timur juga diharapkan mendapatkan pertukaran pengetahuan dengan tim panitia dari Jakarta atau luar Sumba untuk bersama membangun komunitas seni sastra di Sumba Timur.


Agenda Pauhingu Seni Sastra Sumba

 Waingapu 12 - 14 Agustus 2015

Akan ada pemutaran film, Masih Ada Asa“ oleh PWAG Indonesia, Diskusi Anak Muda dan Budaya di Sumba dan NTT, Workshop menulis cerpen bekerjasama dengan komunitas Dusun Flobamora. Workshop tata kelola lembaga seni. Diskusi buku puisi 17 Penyair Indonesia Timur Isis dan Musim-Musim penerbit PBP Publishings / Arts for Women. Malam Puisi dengan para penyair NTT dan luar NTT (akan dikonfirmasi) di dukung oleh Ana Humba Community, musisi muda asal Sumba. Dan Sumba Trail ke kampung Rende bertem kelompok penenun perempuan, pembacaan puisi di Mondu dan Wairinding.